Band 6.0 IELTS Writing Task 2 Model Answer

Overall Band Score: 6.0 · Cambridge IELTS 21 · 2026-10-20

IELTS Writing Task 2 question

Some people argue that primary schools focus too much on formal learning.

To what extent do you agree with this opinion?

How important do you think it is for children to play as well as learn in the primary school classroom?

Give reasons for your answer and include any relevant examples from your own knowledge or experience.

Student answer (Band 6.0)

"School should be fun" they said, yet all the primary schools are competing to make their students olympic's winner. Primary schools now are focus too much on formal learning with complex curriculum. However, children should enjoy their learning environment in combination with play as hard as they study. Less stress in school will build their mindset to enjoy learning because it is fun and not a burden.

In Indonesia, one of the skill should children have is reading. They must be very good and be the first in class. If student cannot achieve the standard, instead of asking what the problem because it might be method, teacher choose to give more hours. They forced to study all day with the same way. For example, the students who cannot reading in primary school get punishment instead of giving opportunity to learn from the beginning, like knowing the letters.These students will get trauma and hate school, because they are feeling behind.

One of a good novel called "Totto chan" had good example of play as hard as study. Based on the story, all students are get freedom to explore in primary school, whether they want to learning something in anyday. Students who want to study math now can go to math class, and students who love reading can go to the library. They explore what they want, they asking for everything. The primary school vision is to make students enjoy all objects and make them keep concerning something. They do not have to be the first, but they must be learning something today.

I think play hard is very important, because I believe the students who enjoy something will be expert in future. They enjoy the learning process, become addictive and do not care about how to competing with each other. The matter is they should be better than themselves in the past. This type of students, whatever their aged, will resulting a very good persona in the future, because they know what kind of thing they want to do or persue. A very good, a passionate, a life-time learner, is it?

AI examiner evaluation

CriterionBand
Task Achievement / Task Response6.5
Coherence and Cohesion6.0
Lexical Resource5.5
Grammatical Range and Accuracy5.0
Overall6.0

Task Achievement / Task Response: Band 6.5

Posisi Anda jelas: Anda setuju bahwa pembelajaran formal terlalu ditekankan dan berpendapat bahwa bermain seharusnya menyertai kegiatan belajar. Anda membahas kedua bagian soal, menjelaskan dampak buruk tekanan agar anak memenuhi standar membaca dan alasan pembelajaran yang menyenangkan itu penting. Contoh dari sekolah-sekolah di Indonesia dan *Totto-chan* membuat respons ini relevan, dan gagasan bahwa anak-anak sebaiknya berkembang dibandingkan dengan pencapaian mereka sebelumnya, bukan bersaing, merupakan poin pendukung yang berguna. Respons ini memenuhi tuntutan tugas dengan baik, dan beberapa bagiannya sudah menunjukkan pengembangan lebih menyeluruh yang diharapkan pada tingkat berikutnya. Namun, peran bermain di kelas dapat dijelaskan dengan lebih langsung, dan contoh novel tersebut masih dijabarkan secara umum, tanpa dikaitkan dengan hasil belajar tertentu. Kembangkan poin-poin ini dengan penalaran yang lebih jelas dan contoh konkret.

Coherence and Cohesion: Band 6.0

Respons memiliki susunan keseluruhan yang koheren: bagian pembuka menyatakan pandangan Anda, paragraf-paragraf berikutnya memberikan contoh dan alasan, lalu paragraf terakhir menegaskan pentingnya kegiatan yang menyenangkan. Paragraf umumnya memiliki fokus utama yang jelas, dan transisi seperti “For example” dan “I think” membantu pembaca mengikuti pembahasan. Namun, alur di dalam beberapa paragraf kurang terkendali. Dalam paragraf *Totto-chan*, uraian tentang siswa yang memilih kelas dengan cepat beralih ke visi sekolah tanpa menjelaskan kaitannya secara gamblang. Beberapa penghubung dan rujukan juga terasa janggal, seperti dalam “They explore what they want, they asking for everything,” yang hubungan antargagasannya tidak jelas. Gunakan kalimat topik yang lebih jelas dan hubungkan setiap contoh secara eksplisit dengan argumen Anda; variasikan transisi agar esai tidak terasa seperti rangkaian poin yang terpisah.

Lexical Resource: Band 5.5

Anda menggunakan kosakata yang relevan, termasuk “formal learning,” “complex curriculum,” “explore,” “learning process,” dan “life-time learner.” Pilihan-pilihan ini membantu menyampaikan gagasan Anda tentang pendidikan dan motivasi, dan contoh-contohnya menunjukkan upaya menggunakan bahasa yang spesifik untuk topik tersebut. Namun, beberapa pilihan kata dan kolokasi tidak tepat atau terdengar tidak alami sehingga terkadang membuat pembaca berhenti sejenak: “olympic’s winner,” “play hard,” “become addictive,” dan “keep concerning something.” Ada juga masalah bentuk kata dan ejaan, seperti “persue.” Maknanya biasanya masih dapat dipahami, tetapi penguasaan bahasa Anda belum cukup konsisten untuk menyampaikan gagasan dengan lebih tepat. Berfokuslah mempelajari kolokasi yang umum dan memeriksa apakah suatu kata memiliki makna serta bentuk gramatikal yang sesuai dengan konteks.

Grammatical Range and Accuracy: Band 5.0

Anda mencoba menggunakan kalimat sederhana maupun bentuk yang lebih kompleks, termasuk struktur pengandaian dalam “If student cannot achieve the standard” dan klausa alasan yang diawali “because.” Hal ini memberi respons Anda sedikit variasi, dan argumen utamanya umumnya dapat dipahami. Namun, kesalahan bentuk kata kerja, kesesuaian, artikel, dan konstruksi kalimat masih sering terjadi. Misalnya, “Primary schools now are focus” memerlukan bentuk kata kerja yang tepat, sedangkan “all students are get freedom” menggabungkan bentuk kata kerja yang tidak cocok. Dalam “they want to learning,” pola kata kerjanya keliru, dan “whatever their aged” menunjukkan masalah pada klausa dan bentuk kata benda. Beberapa kalimat juga mencampuradukkan gagasan, seperti “They explore what they want, they asking for everything.” Latih pola kalimat dasar yang akurat terlebih dahulu, lalu susun kalimat kompleks dengan bentuk kata kerja dan tanda baca yang terkendali.

See this exact question answered at other band scores. The same prompt compared across bands.

Browse more IELTS Writing model answers or get your own writing scored by the same AI examiner.